Selasa, 28 Februari 2017

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Pengertian E-Learning
Ilustrasi E-Learning

Pengertian dan Prinsip E-Learning
Menurut Clark, dalam Ekwensi (2006), at.al., e-learning didefinisikan
sebagai berikut:
E-learning, by its very nature, is a great forum in which self directed
learning can occur. Asynchronus classes which offer guidelines for
learners to work at their own pace, in their own environment, utilizing
resources often found through self-guided researc Student can work
independenty, visiting virtual libraries, museums and even access
newspapers and the lates research from the comfort of the their own
home.
E-Learning menggambarkan sebuah forum pembelajaran besar, yang
dilengkapi petunjuk yang dapat diikuti peserta didik untuk bekerja pada saat
yang bersamaan secara mandiri. Dalam hal ini, peserta didik belajar dengan
gayanya sendiri, mencari sumber-sumber/peralatan belajar dan bekerja
secara mandiri di rumahnya. Peserta didik dapat mengunjungi berbagai
perpustakaan, museum dan kejadian yang diakses secara online dari berbagai
surat kabar dan penulisan terdahulu.
Berdasarkan beberapa keterangan tersebut di atas dapat diperoleh
konsep e-learning secara umum, yaitu suatu pembelajaran elektronik
berbasis Web (jaringan) atau TIK yang dibuat dengan prinsip dan metode
tertentu sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran open sources
yang menarik dan jelas (visibility). Pembelajaran dengan e-learning
memungkinkan peserta didik belajar secara individual, kolaboratif, aktif,
20
konstruktif, kontekstual, reflektif, multisensory, serta mengasah berpikir
tingkat tinggi, baik melalui aplikasi internet maupun intranet.
Sedangkan prinsip-prinsip e-learning, Prakoso (2005:6-8) membaginya
menjadi enam prinsip, yaitu: (1) pusat kegiatan peserta didik; (2) interaksi
dalam group; (3) sistem administrasi siswa; (4) evaluasi; (5) perpustakan
digital; dan (6) materi online.
Clark & Meyer (2003: 1-2) juga mengklasifikasikan prinsip e-learning
menjadi enam prinsip, yaitu: (1) principles for including media elements, (2)
principles for creating online practice exercises, (3) principles for leveraging
examples in e-learning, (4) principles/guidelines for online collaboration, (5)
principles for learner control in e-learning, dan (6) principles for building
problem solving skills through e-learning.
Dari enam prinsip tersebut, prinsip e-learning pertama, yaitu tentang
elemen media meliputi enam komponen yang harus diperhatikan. Keenam
komponen tersebut yaitu: multimedia (penggunaan beberapa media untuk
mengekspresikan pesan), contiguity (kecocokan antara teks dengan alat
bantu grafis), modality (gunakan alat bantu untuk memperjelas pesan),
redundancy (ketepatan alat bantu), coherency (alat bantu jangan berlebihan).
Tentang elemen media ini ditekankan pada pembahasan aspek
multimedia dan contiguity, karena keduanya merupakan “ruh“ e-learning dari
aspek tampilan. Jika dua aspek ini baik maka modality, redundancy, dan
coherency akan baik juga.
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
  1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
  2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
  3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.

Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Manfaat E-learning
Manfaat E-learning adalah:
  1. Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
  2. Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
  3. Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
  1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  3. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  4. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
  5. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
  6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
Kelebihan E-learning
Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
  1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. 
  2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
  3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
  4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
Kekurangan E-learning
Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :
  1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
  3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
  5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
  9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
  10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
  11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
  12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.


16 komentar:

  1. Assalamualaikum wr. wb saudari Ismi Hasanah sebaiknya saudari beri contoh dari pengembangan e-learning dalam pembelajaran kimia?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari diah :
      Penerapan e-learning banyakvariasinya, karena perkembangannya yang relatif masih baru.
      Herman Dwi Surjono (2007 : 1),
      menekankan penerapan e-learning pada pembelajaran secara online dan dibagi menjadi
      dua yaitu sederhana dan terpadu. Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam
      web server dan ditambah dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing list
      (milist). Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi
      , komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal
      e-learning.Pembagian tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran berbasis web yang ada di internet.
      Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format
      penerapan e-learning, yaitu:
      1.Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan
      didukung dengan penggunaan website
      yang berisi rangkuman tujuan pemebelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
      2.Blended or mixed mode e-learning,
      yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan
      secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online.

      Hapus
  2. Assalamualaikum. Saya ingin menambahkan materi anda.
    Langkah-langkah Penyusunan Program Sistem Pembelajaran Berbasis E-Learning

    a. Perencanaan Awal
    1. Mengidentifikasi tujuan, kebutuhan dan masalah yang muncul dalam pembelajaran.
    2. Analisis karakteristik siswa yang akan menggunakan dan pelajari materi yang akan dikembangkan.
    3. Mempertimbangkan strategi pembelajaran.

    b. Menyiapkan Materi
    1. Menguasai materi dan metodologi pengajaran.
    2. Menguasai prosedur pengembangan media.
    3. Menguasai teknik pemograman komputer.
    4. Mengetahui keterbatasan komputer.

    c. Mendesain Paket Program Pembelajaran
    Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah memperkenalkan materi baru untuk melengkapi atau menguatkan pelajaran yang telah berlangsung dengan media lain.

    d. Menvalidasi Paket Program Pembelajaran
    Memvalidasi paket program membuktikan validitasnya secara empiris lewat uji lapangan pada paket program yang dikembangkan. Paket program diuji-cobakan dengan memilih sampel yang representatif. Program pembelajaran perlu memperhatikan:
    1.Kebenaran bahan ajar.
    2. Ketepatan antara program dengan populasi pengguna.
    3. Kesederhanaan program.
    4. Efisiensi penggunaannya.
    5. Reliabilitas
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih seira sudah menambahkan materi, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

      Hapus
  3. saya ingin bertanya, berikan contoh konkrit kelemahan E-learning selama proses pembelajaran. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah saya kan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari vini :
      Adapun kelemahan e-learning dipandang dari segi
      peserta didik antara lain:
      1.Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully
      online e-learning format
      2.Keterampilan menggunakan peralatan ICT,
      peserta pendidikyang tidak terampil
      menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran
      sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran
      3.Peserta pendidikyang tidak disiplin dan mempunyai motivasi untuk belajar akan
      sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran
      4.Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau
      dipelajari tanpa bimbingan pendidik, misalnya konsep Redoks dan Stokiometri
      5.Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya
      peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning Terlepas dari kekurangannya,
      e-learning merupakan suatu model pembelajaran
      yang hendaknya diterapkan di sekolah-sekolah baik tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). E-learning merupakan suatu jalan untuk mengintegrasikan perkembangan TIK di dalam pembelajaran. Selain untuk meningkatkan soft skill
      peserta pendidik di dalam bidang teknologi,
      e-learning juga dapat meningkatkan kemandirian
      dan peran aktif peserta pendidik di dalam proses pembelajaran. Terutama untuk SBI,
      kemampuan pendidik untuk menerapkan e-learning
      merupakan salah satu cara u
      ntuk mewujudkan tujuan dari SBI yaitu lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari negara
      -negara maju.
      Namun, penerapan e-learningbukan berarti menggantikan peran pendidik dan proses tatap muka di dalam pembelajaran,
      e-learningmerupakan suatu variasi model ataupun metode di dalam proses pembelajaran.

      Hapus
  4. saya ingin bertanya, berikan contoh konkrit kelemahan E-learning selama proses pembelajaran. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah saya kan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari vini :
      Adapun kelemahan e-learning dipandang dari segi
      peserta didik antara lain:
      1.Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully
      online e-learning format
      2.Keterampilan menggunakan peralatan ICT,
      peserta pendidikyang tidak terampil
      menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran
      sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran
      3.Peserta pendidikyang tidak disiplin dan mempunyai motivasi untuk belajar akan
      sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran
      4.Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau
      dipelajari tanpa bimbingan pendidik, misalnya konsep Redoks dan Stokiometri
      5.Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya
      peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning Terlepas dari kekurangannya,
      e-learning merupakan suatu model pembelajaran
      yang hendaknya diterapkan di sekolah-sekolah baik tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). E-learning merupakan suatu jalan untuk mengintegrasikan perkembangan TIK di dalam pembelajaran. Selain untuk meningkatkan soft skill
      peserta pendidik di dalam bidang teknologi,
      e-learning juga dapat meningkatkan kemandirian
      dan peran aktif peserta pendidik di dalam proses pembelajaran. Terutama untuk SBI,
      kemampuan pendidik untuk menerapkan e-learning
      merupakan salah satu cara u
      ntuk mewujudkan tujuan dari SBI yaitu lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari negara
      -negara maju.
      Namun, penerapan e-learningbukan berarti menggantikan peran pendidik dan proses tatap muka di dalam pembelajaran,
      e-learningmerupakan suatu variasi model ataupun metode di dalam proses pembelajaran.

      Hapus
  5. Beberapa teori yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah teori pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan ganda. Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas memori kerja visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas. Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan . Temuan-temuan penelitian telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal terpenting yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas tambahan materi yang telah saudara soni berikan semoga adapat bermanfaat bagi para pembaca.

      Hapus
  6. Hello Ismi hasanah menarik sekali postingan anda. saya ingin bertanya, apakah pengemabang e-learning ini telah digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah saat ini? terimakaissih

    BalasHapus
  7. menurut saya sudah, tapi model pembelajaran ini hanya diterapkan pada sekolahan yang sarana dan prasarananya lengkap dan berada dikota.

    BalasHapus
  8. Apakah kendala yang dihadaoi guru dan siswa dalam pembelajaran menggunakan elearning ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
      2.Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
      3.Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

      Hapus
  9. Saya ingin menambahkan mengenai kendala dalam e-learning
    Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas tambahan materinya, semoga dapat bermanfaat

      Hapus