PRINSIP DASAR MULTIMEDIA
PEMBELAJARAN
Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak.
Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu.
Istilah media yang merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau
Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu.
Istilah media yang merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau
pengantar. Media dikatakan pula sebagai
segala bentuk dan
saluran yang digunakan orang untuk
menyalurkan pesan/informasi. Jadi
apapun bentuknya apabila
dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dapat disebut
media.Media pembelajaran adalah segala
sesuatu yang berupa orang, bahan, peralatan atau kegiatan yangdigunakan untuk menyalurkan pesan
yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik
sehingga dapat mendorong terjadinya belajar pada dirinya.
Prinsip
Media Pembelajaran
1. Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan
pembelajaran.
2. Penggunaan
media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus menjadi bagian integral dari
penyajian pelajaran.
3. Penggunaan
media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi
pelajaran yang disajikan.
4. Penggunaan
media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan
seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual dan
belajar mandiri.
5. Guru
hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus
disertai persiapan yang cukup seperti mempreview media yang akan
dipakai, mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
6. Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi
aktif peserta.
7. Media yang digunakan hendaknya
dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
8. Aneka ragam media
9. Kepraktisan dan ketersediaan media.
|
10 Prinsip Desain Multimedia Pembelajaran
1: Prinsip Multimedia
“Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata
dari pada sekedar kata-kata saja”
Namanya juga multimedia. Berarti
wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik,
audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang
harmonis. Betul, ga? Tentu betul. Sebab kalau enggak namanya bukan multimedia
tapi “single-media”, kali …
2: Prinsip Kesinambungan Spasial
“Orang belajar lebih baik ketika kata dan
gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan
berjauhan atau terpisah.”
Oleh karena itu, ketika ada
gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi
dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar
tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah. Lihat contoh dalam slide
presentasi saya. Donlot saja nanti dibawah ini setelah Anda baca semua prinsip,
oke?
3: Prinsip Kesinambungan Waktu
“Orang belajar lebih baik ketika kata dan
gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan
bergantian atau setelahnya.”
Nah, ketika Anda ingin
memunculkan suatu gambar dan atau naimasi atau yang lain beserta teks,
misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan
satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah or tidak terkait satu sama lain.
Begitu kata mbah Mayer. Contohnya? donlot saja prsesntasi saya … tuh ada di
halaman akhir tulisan ini! :)
4: Prinsip Koherensi
“Orang belajar lebih baik ketika
kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan
tidak digunakan.”
Nah, ini yang sering terjadi.
Pengalaman saya menjadi juri pengembangan media pembelajaran. Banyak sekali
pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk
mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi,
menurut mbah Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu
dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam! Begitu, kawan!
5: Prinsip Modalitas Belajar
“Orang belajar lebih baik dari animasi dan
narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar.”
Jadi, lebih baik animasi atau
video plus narasi daripada suah ada narasi ditambah pula dengan teks yang
panjang. Hal ini, sangat mengganggu. Hmmm mencontohkannya sulit juga nih.
Donlot presentasi saya aja ya, noh … disono di akhir tulisan ini.
6: Prinsip Redudansi
“Orang belajar lebih baik dari
animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks
pada layar (redundan).”
Sama dengan prinsip di atas.
Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi,
janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang. Begitu, katanya …
7: Prinsip Personalisasi
“orang belajar lebih baik dari
teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat
yang lebih bersifat formal.”
Hmmm emang betul. Saya lebih suka
kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teori… oleh karena itu, sebaiknya gunakan
bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8: Prinsip Interaktivitas
“orang belajar lebih baik ketika
ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif:
simulasi, game, branching).”
Sebenarnya, orang belajar itu tidak
selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat
dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus
memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu
sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan
sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang
konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan
tingkat interaktivitas makin tinggi.
9: Prinsip Sinyal (cue,
highlight, ..)
“orang belajar lebih baik ketika kata-kata,
diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang
disajikan.”
Kalau yang ini ga usah dibahas.
Jelas perlu itu. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk
menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest).
Makanya kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai “cue”.
apa sih cue bahasa Indonesianya? help me donk!
10: Prinsip Perbedaan Individu
“9 prinsip tersebut berpengaruh
kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi
yang sebaliknya. Kombinmasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi
mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka
yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya.”
Saya ingin menambahkan materi yaitu :
BalasHapusDalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :
”The term ‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe the new wave of computer software that primarily deals with the provisions of information. The ’multimedia’ component is characterized by the presence of text, picture, sound, animation and video; some or all wich are organized into some coherence program. The ‘interactive’ component refers to the process of empowering the user to control the environment usually by a computer.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.
terima kasih atas tambahan materi dari saudari lutfi semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
HapusHai Ismi terimakasih atas postingan yang cukup menarik. syaa ingin menambahkahkan sedikit penegatahuan saya tentanagn prinsio-prinsip multimedia pmebalajarn yang ditinjau dari berabgai lituratur, bahwa:
BalasHapusPrinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran
Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik . terimakaish:)
terima kasih atas tambahan materi dari saudari linda semoga bermanfaat bagi para pembaca.
HapusSaya ingin menambahkan sedikit materi yang telah saudari posting. Ada beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan oleh pengajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
BalasHapus(1) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Satu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang lain.
(2) Media adalah bagian intregal dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar pengajar saja., tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam perancangan instruksional. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pembelajaran itu tidak akan terjadi.
(3) Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
(4) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
(5) Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan pembelajaran), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
(6) Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus,
tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
(7) Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya. Media yang kongkrit wujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
terima kasih atas tambahan materi yang teman-teman telah berikan.
BalasHapussaya frandi mardiansyah, saya ingin bertanya tentang postingan blog anda di atas. mengapa kita harus mempelajari prinsip-prinsip multimedia pembelajaran?
BalasHapuspertanyaan dari anda sudah dijawab oleh saudari dinda, dan saya sependapat dengan saudari dinda.
Hapusassalamualaikum wr wb saya ingin mencoba bantu menjawab pertanyaan dari saudara frandi,menurut saya mempelajari prinsip-prinsip multimedia itu penting dikarenakan dalam membuat suatu multimedia pembelajaran kita harus melihat serta mneyesuaikan dengan prinsip-prinsip yang telah di tentutukan dalam pembuatan multimedia pembelajaran
BalasHapusterima kasih atas bantuan jawaban anda, sangat membantu saya dan semoga bermanfaat bagi penyanya dan juga pembaca.
Hapussaya ingin bertanya tentang postingan saudari tersebut. menurut anda apakah prinsip - prinsip tersebut dapat dilakukan bersamaan atau dengan kata lain digabung ?
BalasHapusterima kasih
menurut saya tidak bisa, karena masing-masing prinsip mempunyai peran dan fungsinya masing-masing.
Hapusterima kasih
Jika prinsip-prinsip tersebut tidak diteraokan dlam pembuatan media, apa yang terjadi?
BalasHapusmaka tujuan pembelajaran itu sendiri tidak dapat tercapai.
Hapus