Sabtu, 11 Februari 2017

PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak.
Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu.

Istilah media yang  merupakan  bentuk  jamak  dari  medium  secara  harfiah  berarti  perantara  atau
pengantar.  Media dikatakan  pula sebagai  segala  bentuk  dan  saluran  yang  digunakan orang  untuk  menyalurkan  pesan/informasi.    Jadi  apapun  bentuknya  apabila  dapat  digunakan  untuk  menyalurkan  pesan dapat disebut media.Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berupa orang, bahan, peralatan atau kegiatan yangdigunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya belajar pada dirinya.
Prinsip Media Pembelajaran
1.        Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua tujuan pembelajaran.
2.    Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan demikian pemanfaatan media harus menjadi bagian integral dari penyajian pelajaran.
3.      Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
4.    Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil, belajar secara individual dan belajar mandiri.
5.      Guru hendaknya kenal betul dengan alat yang akan digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti mempreview  media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.
6.        Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa melibatkan partisipasi aktif peserta.
7.   Media yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif, tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
8.        Aneka ragam media
9.        Kepraktisan dan ketersediaan media.

10 Prinsip Desain Multimedia Pembelajaran

1: Prinsip Multimedia
 “Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja”
Namanya juga multimedia. Berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Betul, ga? Tentu betul. Sebab kalau enggak namanya bukan multimedia tapi “single-media”, kali …
2: Prinsip Kesinambungan Spasial
 “Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.”
Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah. Lihat contoh dalam slide presentasi saya. Donlot saja nanti dibawah ini setelah Anda baca semua prinsip, oke?
3: Prinsip Kesinambungan Waktu
 “Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.”
Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau naimasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah or tidak terkait satu sama lain. Begitu kata mbah Mayer. Contohnya? donlot saja prsesntasi saya … tuh ada di halaman akhir tulisan ini! :)
4: Prinsip Koherensi
“Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.”
Nah, ini yang sering terjadi. Pengalaman saya menjadi juri pengembangan media pembelajaran. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut mbah Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam! Begitu, kawan!
5: Prinsip Modalitas Belajar
 “Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar.”
Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada suah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu. Hmmm mencontohkannya sulit juga nih. Donlot presentasi saya aja ya, noh … disono di akhir tulisan ini.
6: Prinsip Redudansi
“Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).”
Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang. Begitu, katanya …
7: Prinsip Personalisasi
“orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal.”
Hmmm emang betul. Saya lebih suka kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teori… oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8: Prinsip Interaktivitas
“orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).”
Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9: Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
 “orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.”
Kalau yang ini ga usah dibahas. Jelas perlu itu. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Makanya kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai “cue”. apa sih cue bahasa Indonesianya? help me donk!
10: Prinsip Perbedaan Individu
“9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinmasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.”

14 komentar:

  1. Saya ingin menambahkan materi yaitu :
    Dalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia”, Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :
    ”The term ‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe the new wave of computer software that primarily deals with the provisions of information. The ’multimedia’ component is characterized by the presence of text, picture, sound, animation and video; some or all wich are organized into some coherence program. The ‘interactive’ component refers to the process of empowering the user to control the environment usually by a computer.”
    Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas tambahan materi dari saudari lutfi semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

      Hapus
  2. Hai Ismi terimakasih atas postingan yang cukup menarik. syaa ingin menambahkahkan sedikit penegatahuan saya tentanagn prinsio-prinsip multimedia pmebalajarn yang ditinjau dari berabgai lituratur, bahwa:
    Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran
    Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik . terimakaish:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas tambahan materi dari saudari linda semoga bermanfaat bagi para pembaca.

      Hapus
  3. Saya ingin menambahkan sedikit materi yang telah saudari posting. Ada beberapa prinsip yang perlu dipertimbangkan oleh pengajar dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu:
    (1) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Satu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk yang lain.
    (2) Media adalah bagian intregal dari proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar pengajar saja., tetapi merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen yang lain dalam perancangan instruksional. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung, tetapi tanpa media pembelajaran itu tidak akan terjadi.
    (3) Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar siswa. Kemudahan belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
    (4) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
    (5) Pemilihan media hendaknya obyektif (didasarkan pada tujuan pembelajaran), tidak didasarkan pada kesenangan pribadi.
    (6) Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan siswa. Penggunaan multimedia tidak berarti menggunakan media yang banyak sekaligus,
    tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
    (7) Kebaikan dan keburukan media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya. Media yang kongkrit wujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.

    BalasHapus
  4. terima kasih atas tambahan materi yang teman-teman telah berikan.

    BalasHapus
  5. saya frandi mardiansyah, saya ingin bertanya tentang postingan blog anda di atas. mengapa kita harus mempelajari prinsip-prinsip multimedia pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertanyaan dari anda sudah dijawab oleh saudari dinda, dan saya sependapat dengan saudari dinda.

      Hapus
  6. assalamualaikum wr wb saya ingin mencoba bantu menjawab pertanyaan dari saudara frandi,menurut saya mempelajari prinsip-prinsip multimedia itu penting dikarenakan dalam membuat suatu multimedia pembelajaran kita harus melihat serta mneyesuaikan dengan prinsip-prinsip yang telah di tentutukan dalam pembuatan multimedia pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas bantuan jawaban anda, sangat membantu saya dan semoga bermanfaat bagi penyanya dan juga pembaca.

      Hapus
  7. saya ingin bertanya tentang postingan saudari tersebut. menurut anda apakah prinsip - prinsip tersebut dapat dilakukan bersamaan atau dengan kata lain digabung ?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya tidak bisa, karena masing-masing prinsip mempunyai peran dan fungsinya masing-masing.
      terima kasih

      Hapus
  8. Jika prinsip-prinsip tersebut tidak diteraokan dlam pembuatan media, apa yang terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maka tujuan pembelajaran itu sendiri tidak dapat tercapai.

      Hapus